Aku
akan selamanya berjalan di atas pantai ini,
diantara
pasir dan buih, pasang naik akan menghapus jejak kakiku,
dan tiupan angin akan menghamburkan buih itu.
Tetapi
laut dan pantai akan selamanya ada.
Kutipan dari
sepenggal kata diatas aku yakin sebagian besar orang telah membacanya, namun
tak semua dari mereka mampu memahami apa makna yang tersirat di dalamnya,
begitu pun aku yang hanya sekedar membaca dan menuliskan sepenggal kata itu.
Aku hanya bisa merasakan kesamaan dari kata-kata yang terurai , mencoba
memaknai sendiri apa yang tersirat dari dalam makna yang tersembunyi, aku
merasakan ha mungkin sama atau bahkan jauh sekali berbeda dari si penulis itu,
tapi aku tak mau peduli akan hal itu.
“Aku
akan selamanya berjalan diatas pantai ini”
Aku memaknai
dengan perasaan ku sendiri, aku akan terus mencintaimu seiring berjalannya waktu
selama aku masih bisa berjalan dan nafas ini masih terus berhembus dari dalam
paru-paruku, aku tak peduli berapa luas perjalanan yang harus aku tempuh untuk
menghabiskan jarak yang terbentang itu, walau aku tau semakin aku menjauh dari
dari tempat awal aku berjalan pada akhirnya aku akan kembali pada titik awal
dari mana aku berasal.
“Diantara
Pasir dan buih, pasang naik akan menghapus jejak kakiku”
Sekuat apapun aku menekan langkah ku agar menimbulkan
bekas yang mendalam dalam pasir pantai yang aku jejaki, namun selama itu pula
akan ada yang menghapus nya dan menjadikannya rata kembali seperti sedia kala,
ada 2 arti dalam hal ini yang semakna dengan apa yang aku rasa saat in dan
mungkin yang akan aku rasakan kemudian.
-Sekuat apapun aku mencintainya akan selalu ada cara
untuknya menhapus semua rasa cintaku ini jika memang cinta yang kuberikan ini tak
pernah ada balasanya sedikitpun, bagaikan aku menulis di atas air, akan mudah
melakukanya dan dengan mudah pula hilangnya karena sang air dengan begitu cepat
menghapusnya dengan aliran air yang mengalir dari belakangnya. Itu artinya aku
akan hanya sia-sia jika terus melakukannya, karena setiap apa yang aku lakukan
akan terus ia hapus dengan cara yang ia miliki.
-Setiap orang pernah patah hati akan selalu ada yang
akan mengobati, seperti layaknya goresan-goresan jejak kaki yang tak diinginkan
oleh pasir pantai, jejak
itu akan menghilang ketika sang gelombang menari indah di atasnya semua goresan yang pernah tercipta oleh berjuta pasang kaki akan hilang seketika tatkala air penyejuk itu datang dengan segala kasihnya. Semoga ini yang akan terjadi kepada ku ketika aku mencintainya, ia datang dengan membawa kasih sayang yang selama ini aku harapkan.
itu akan menghilang ketika sang gelombang menari indah di atasnya semua goresan yang pernah tercipta oleh berjuta pasang kaki akan hilang seketika tatkala air penyejuk itu datang dengan segala kasihnya. Semoga ini yang akan terjadi kepada ku ketika aku mencintainya, ia datang dengan membawa kasih sayang yang selama ini aku harapkan.
“Dan Tiupan Angin Akan Menghamburkan Buih Itu”
Akankah rasa sayang diberikannya akan hilang juga
ketika ia telah menghapus luka yang ada? Dengan adanya factor yang timbul dari
luar maka akan mengbah pula cara hidup seseorang, inilah yang tidak pernah aku
harapkan terpengaruh oleh situasi dimensi waktu yang tak pernah kita tau apa
yang terjadi. Gelombang hanya menjadi obat
instant untuk menyembuhkan luka yang beitu rumt,, namun akan dengan
mudah hilang pla ketika angin datang, mengembalikan gelombang itu kepada
kawanan air samudra yang begitu luasnya, dan yang kembali ke pesisir tak tau
apakah masih ai yan tadi ataupun sudah menjadi air yan baaru lagi.
“Tetapi Laut dan Pantai Akan Selamanya Ada”
Seberapa jauh aku langkahkan kakiku untuk berjalan
menyisri pantai yang luas dan seberapa
dalam luka yang ditorehkan oleh jejak kaki yang ada, namun laut dan panta akan
selalu menyediakan cita dan kasih sayang yang bisa mengobati luka yang pernah
kita alami.
Dua makna cinta yang ditimbulkan adalah memberikan kebahagiaan dan memberikan
kehancuran, untuk makna yang terakhir, hanya orang-orang yang tidak pernah
merasakan Kasih Sayang yang Kuasa yang akan mengalaminya, namun bukan hal yang
mudah untuk merealisasikanya.
Tak ada seorang pun yang dapat mencapai fajar, jika ia
tak pernah melewati garis malam.








0 komentar:
Posting Komentar