kisah ku


Senyumu itu. . .
Mengundang mata memandang,
memancing hati berbisik tertarik,
senyumu. .

Burungpun terkulai lemas, angin berhenti seketika, dan pohon berdiri tegak mematung diam sunyi sekali. Kala senyumu kurasakan, bagai air telaga menyiram batinku.

Sejak saat itu aku mempunyai teman, belum jauh langkahku, dari hari ke hari kurasakan hidupku ceria, seakan aku tak hidup dan tak mati pula.
Semua'a menjanjikan, tak lama itu berlangsung, sebab saat itu hatiku merasakan sesuatu yg lain.

Kali ini hatiku menggantung awan, menanti merpati bawa kabar, Apa gerangan langit mendung? Hari kan hujan? Atau, ,berbalik? Ah, ,entah lah. .



Kurangkaikan harapan pada untaian bayu tuk datang mengusir mendung, Tak lama. . .

Ku dengar merpati berbilang manis merdu,
" Hentikan"
lalu terbang tinggi tak hiraukan. .
Why? ?
Ada seorang bocah melempar?
Ada dendam di hatinya?
Ada kecewa, marah, benci, sesal? ?
Tapi ku yakin bukan! Kuduga akibat dari mendung itu.

Hingga berganti hari, merpati tak kunjung lagi mengirim berita kerguan hati.

Ah. .itu dia. .merpati terbang tinggi mengepakan sayapnya, membusungkan dada memalingkan muka bersama kumpulanya.

Sejak saat itulah yg menjadi wali hatiku untuk menyatakn kehendaku, untuk menyatakn perasaanku selama ini, untuk menyatakn lebih bnyak lagi yang aku tak tahu. .

Apa yang terjadi diluar dugaanku, Dan ini sesuai dengan sajak itu. " ada seorang bocah melemparnya" sayang. . Aku tersentak. Aku baru sadar untuk apa aku diperkenalkan dari jauh kepadamu? Apa mauku? Hal yg menyadarkanku dan itupun tak memberi jawaban apapun saat itu.

" GUGUSAN BINTANG KELAM YG LUAS"
 Saat baru kenal,
tak ada radar cinta hendak, dengan gigih berbekal tuk menyikap dunia kelak.
Hidup yg datang lain janggal, Aku tereleset dan terbelakak, seperti gugusan bintang kelam yg luas.

Kata-katanya sederhana, tapi bagiku mempunyai makna yg istimewa. Sajak inilah yg mampu meluruskan jalanku kembali.

Dari semua ceritaku itu. Kau dapat bayangkan keadaan hatiku saat itu. Hatiku tak dapat ku bohongi.

Tentang cintaku, itu perlu air penyejuk, air itu " KAMU "

1 komentar:

Agam Saeful mengatakan...

thank you very much