problem solving


apa itu pemecahan masalah?
pemecahan masalah menyangkut diambilnya satu tindakan korektif untuk menutup kesenjangan masalah dengan menhilangkan atau memindahkan penyebab masalah. oleh karena itu, untuk mencapai pemecahan masalah yang tuntas diperlukan identifikasi semua penyebab dari masalah. identifikasi dari masalah ini antara lain meliputi: mencari informasi yang dibutuhkan dari masalah yang dihadapi, opsinya, konsekuensi positif dan negatif, dan faktor yan
g berpengaruh di dalamnya.
    Walter A. Shewhart, mengatakan bahwa pemecahan masalah merupakan siklus proses yang terdiri dari 4 tahap, yaitu: rencana, melakukan, memeriksa dan aksi. 
  • rencana : merupakan proses untuk mendefinisikan dan mengidentifikasi solusi potensial dari masalah. apa yang dilihat itulah kekuatan masalah yang sebenarnya. tahap perencanaan kemudian diperkuat tahap melakukan.
  • melakukan: yaitu mengimplementasikan berdasarkan rencana yang telah dibangun.
  • memeriksa: dilakukan dengan melihat hasil perubahan yang bersifat kekal dan melakukan perbaikan pengukuran.
  • aksi: tahap terakhir yang dalam implementasinya orang yang memecahkan masalah.
mengapa pemecahan masalah itu diperlukan?
 dalam setiap denyut hidupnya, manusia tidak akan lepas dari yang namanya masalah, hanya saja besar dan kecil , rumit dan sederhana, penting dan tidak pentingnya masalah ari masing-masing orang sangat bervariasi dan bergantung dari bagaimana keterampilan seseorang mengelola sebuah masalah. masalah dapat dipahami sebagai suatu kesenjangan yang tidak diinginkan antara kondisi yang diinginkan dengan kondisi aktual dari sesuatu yang dianggap penting. penyebab dari masalah itu sendiri bisa jadi sesuatu yang diketahui  atau sesuatu  yang tidak diketahui.
masalah dapat dievaluasi berdasarkan tingkat kepentingan dan tingkat kompleksitas solusinya. penting tidaknya suatu masalah ditentukan oleh biaya(finansial atau pun non finansial) yang akan muncul jika masalah tetap tidak dipecahkan. kompleksitas tergantung pada jumlah variable yang saling terkait dan ketertarikan  pada solusi yang kemungkinan akan diterapkan. suatu kelompok akan terlibat dalam pemecahan masalah manakala masalah itu memang itu memang cukup penting, dan jika jelas diketahui bahwa masalah tersebut tidak dapat dipecahkan oleh satu orang saja. sebaliknya, masalah yang dianggap tidak penting tidak perlu investasi bentuk aktivitas pemecahan masalah secara kelompok.
Allah SWT menciptakan manusia dengan menawarkan pilihan dalam menghadapi tantangan, setelah manusia dibekali akal dan naluri yang bersifat fitri. islam mewajibkan umatnya untuk menggunakan pikiran dalam menghadapi tantangan tersebut. dalam konteks psikologi, hal itu diinterpretasikan dengan "pemecahan masalah"

Faktor2 apa saja yang berpengaruh dalam proses pemecahan masalah?
pemecahan masalah dipengaruhi oleh faktor2 situasional dan personal. faktor2 situasional terjadi, misalnya, pada stimulus yang menimbulkan masalah :pada sifat2 masalah: sulit - mudah, baru- lama, penting-kurang penting, melibatkan sedikit atau banyak masalah lain.
  beberapa penelitian telah membuktikan pegaruh faktor2 biologis dan sosoio-psikologis terhadap proses pemecahan masalah. manusia yang kurang tidur mengalami penurunan kemampuan berpikir, begitu pula apabila ia terlalu lelah. faktor2 sosio-psikologi misalnya:
  • motivasi: motivasi yang rendah mengalihkan perhatian, sedangkan motivasu yang tinggi membatasi fleksibilitas.
  • kepercayaan dan sikap yang salah: asumsi yang salah dapat menyesatkan kita. bila kita percaya bahwa kebahagiaan dapat diperoleh dengan kekayaan material, kita akan mengalami kesulitan ketika memecahkan kesulitan bati kita. kerangka rujukan yang tidak cermat menghambat efektifitas pemecahan masalah. sikap yang defensive (kurang PD)akan cenderung menolak informasi yang datang , merasionalisasikan kekeliruan dan memepersukar penyelesaian.
  • kebiasaan: kecenderungan untuk mempertahankan pola berpikir tertentu, atau melihat masalah hanya dari satu sisi saja, atau kepercayaan yang berlebihan dan tanpa kritis pada pendapat otoritas, menghambat pemecahan masalah yang efisien.
  • emosi: emosi mewarnai cara berpikir kita. kita tidak pernah dapat benar2 berpikir obyektif. sebagai manusia yang utuh, kita tidak dapat mengesampingkan emosi. sampai di situ, emosi sudah mencapai intensitas yang begitu tinggi, sehingga menjadi stres, dan kita menjadi sulit berpikir.

"Takut mungkin melebih-lebihkan kesulitan personal dan menimbulkan sikap resah yang melumpuhkan tindakan: marah mendorong tindakan implusive dan kurang dipikirkan; dan kecemasan sangat membatasi kemampuan kita melihat masalah dengan jelas atau merumuskan kemungkinan pemecahan"   
(Goleman)


sukses di perguruan tinggi UIN Sunan Kalijaga

0 komentar: