BERFIKIR POSITIF




Terinspirasi dari lagu yang berjudul “Untuk kita Renungkan” yang dinyanyikan oleh seorang penyanyi ternama  “Ebit G Ade”. Sedikit demi sedikit saya tuliskan beberapa bait kalimat yang mengupas tentang renungan hati. Sebenarnya apa yang sedang kita fikirna saat ini? Memikirkan diri sendiri? Orang lain, atau bahkan tidak pernah berfikir sama sekali?
Seringkali kita menilai orang hanya dengan sekali pandangan dan pertemuan, pura-pura memahami dan mengerti karakter dari lawan bicara kita. Memang kita mempunyai hak tersendiri untuk berpendapat tentang diri seseorang dan memahami sifatnya, akan tetapi sebelum kita menilai dan memahami  orang lain, alangkah baiknya jika kita memahami dan mengerti diri kita sendiri. Bukan mengajarkan untuk egois ataupun cuek kepada orang lain, tapi kita juga perlu memahami  diri kita sendiri, ini yang sering terjadi pada diri kita kebanyakan, sifat orang lain kita tau sedangakan sifat diri sendiri tidak tau sama sekali. Kita bisa saja menilai bahwa sifat orang lain itu jelek, tapi apakah mungkin jika kita itu lebih baik daripada mereka? Apa yang butuhkan dalam situasi seperti ini, mengoreksi diri sendiri itu akan lebih baik ketimbang  kita terus menerus menilai sifat seseorang yang menurut kita itu jelek.
Demikian juga jika kita dihadapkan dengan kondisi yang sebaliknya, kita seringkali memuji seseorang hebat, memang tidak ada salahnya jika kita memuji seseorang karena kepandaian mereka, tapi alangkah lebih baik lagi jika apa yang kita kagumi itu bisa kita terapkan pada diri kita. Bahkan belum tentu juga orang yang kita kagumi itu bisa melakukan hal ya
ng bisa kita lakukan. Mudah-mudahan ketika kita melihat kekurangan orang lain kita tidak merasa bahwa diri kita lah yang paling baik, begitu juga sebaliknya ketika kita melihat orang lain yang lebih hebat dari kita, kita tidak lantas minder karena kita tidak bisa seperti mereka, semua telah diberi kelebihan dan kekurangan msaing-masing. Untuk itu kita perlu berfikir positif dengan semua hal yang terjadi, artinya kita mesti bersyukur dengan apa yang kita miliki, karena semua itu adalah anugrah yang telah oleh Allah kepada kita.
Tidak ada salahnya jika kita mempunyai fikiran yang positif terhadap diri  kita sendiri ataupun orang lain. Karena jika kita bisa selalu berfikir positif kita akan merasa nyaman dan serasa tanpa beban. Misalakan, disaat kita akan menghadapi ujian sedangkan kita tidak memiliki fasilitas yang memadai untuk mengikuti dan mengerjakan ujian tersebut, namun disatu sisi kita dituntut untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Kebanyakan yang kita lakukan mungkin hanya mengeluh dengan keadaan yang seperti ini, “ Duh , , ,gimana nih, materi ujian Cuma segini sedangkan nilai standarnya sangat tinggi, coba aja kita punya buku ini/modem untuk akses data” apa itu yang kita lakukan? Tidak!!! Yang perlu kita lakukan adalah memaksimalkan apa yang kita miliki tidak hanya menghayalkan apa yang tidak kita miliki. Jika kita hanya menghayalkan apa yang tidak ada, bagaimana kita bisa mengerjakan ujian nanti? Sedangkan saat ujian yang perlu kita lakukan adalah mengerjakanya, tidak hanya difikirkan dengan tidak ada usaha untuk mengerjakan ujian tersebut, karena ujian tidak akan selesai jika hanya difikrkan saja. Yakinlah bahwa kita bisa walaupun hanya dengan fasilitas yang sederhana. Pernah kita merenungkan hal yang demikian?.
Bagaimana jika yang dihadapi adalah masalah ekonomi dan menyangkut hubungannya dengan rumah tangga? Ini sepenggal kisah kehidupanku yang notabene dari keluarga petani dan sangat bergantung pada cuaca. Orang tuaku adalah petani kopi di Lampung, musim hujan bisa jadi disebut musuh oleh masyarakat disana karena jika setiap hari hujan terus bagaimana kopi bisa kering? Karena kami masih sangat mengandalkan panas sinar matahari untuk proses pengeringan kopi tersebut.
Musim panen telah tiba bersamaan dengan musim hujan, disatu sisi kami senang melihat hasil panen yang melimpah tapi disisi lain kami merasa bingung dengan cuaca yang kurang mendukung, hampir seisi hari diguyur hujan yang tiada henti. Bagaimana kopi bisa kering jika panaspun tidak ada? Dalam kondisi bingung seperti ini kadang timbul rasa kesal, jengkel bahkan seringkali  mengeluh, namun kita tidakpernah protes dengan keadaan yang seperti ini. Langit mendung karena sudah ada yang mengaturnya, Yang Maha Adil, apakah jika kita yang disuruh mengatur bisa mengatur langit dan awan serta hujannya?
Disela-sela istirahat kerja karena terganggau oleh hujan kadang kita bersenda gurau bersama. Ada satu hal yang istimewa, senyum ayah dan tawanya yang lepas seperti tidak ada hal yang membuat hatinya bingung. Akupun merasa terharu, ternyata dalam siituasi yang sulit seperti ini kami masih bisa tertawa, inilah kebahagiaan yang sebenarnya, bersyukur dengan apa yang telah diberikan oleh-Nya.
Ayah selalu berkata “ Rizki itu sudah ada yang ngatur nak! Kita hanya bisa berusaha, bersabar dan berdo’a. kalo toh dikasinya hanya sedikit, ya memang itu rizki kita, ibarat kita ini gelas walaupun kita dikucuri dengan air satu teko, tetap saja daya tampung kita itu segitu, jika kita paksakan ya airnya tumpah yang ada. Yang penting kita selalu bersyukur terhadap apa yang kita miliki saat ini jangan terus menerus mengeluh. Saat  hujan seperti ini mungkin saja kita diharusk
an untuk istirahat karena badan kita terlalu cape bekerja, jangan egois terhadap diri sendiri, tubuh kita itu perlu diistirahatkan, mesin juga kalo dipake terus bisa panas kalo keseringan ya akhirnya rusak. Dari perkataan ayah itu dapat aku simpulkan bahwa sangat penting untuk kita berfikir positif agar kita tidak merasa terbebani dengan keadaan yang kita hadapi.

Coba kita renungkan sebait kalimat dibawah ini:
Terang siang tidak sampai ke malam, hujan pun tidak pernah berkepanjangan, awan mendung tidak selalu berlaku, begitupun juga  kesusahan tidak selalu berkepanjangan, ssenangpun tidak berlaku selalu.
Karena itu diwaktu susah kita tidak boleh putus harapan, diwaktu senang tidak terlalu gembira tapi bersyukurlah. Begitulah keadilan Tuhan kepada makhlul-makhluknya, susah dan senang diputarnya slih beganti agar harapan kepada Tuhan tidak akan ada putus-putusnya.

0 komentar: